Dewan yang dibentuk pasca wabah Ebola di Afrika Barat pada 2013–2016 itu juga menyoroti semakin terbatasnya kapasitas negara-negara dalam melakukan pemulihan ketika menghadapi krisis kesehatan berskala besar.
Karena itu, GPMB mendorong pembentukan mekanisme pemantauan independen permanen guna memetakan dan mengawasi risiko pandemi global secara berkelanjutan.
Selain itu, laporan tersebut menekankan pentingnya kesetaraan akses terhadap vaksin, alat tes, dan pengobatan bagi seluruh negara melalui kesepakatan pandemi global yang saat ini terus dibahas oleh komunitas internasional.
Sementara itu, WHO sebelumnya telah menetapkan status darurat kesehatan publik menyusul meningkatnya kasus dugaan Ebola di Democratic Republic of the Congo. Hingga kini lebih dari 250 kasus suspek dan sekitar 80 kematian dilaporkan berkaitan dengan wabah tersebut.







