TOPIK MEDIA , – OnePlus dikabarkan akan menghentikan operasional bisnisnya di Amerika Serikat, Eropa, dan India sebagai bagian dari strategi restrukturisasi yang dijalankan perusahaan induknya, Oppo. Langkah tersebut disebut akan mulai berlaku dalam waktu dekat dan menjadi perubahan besar bagi salah satu merek ponsel Android yang selama ini memiliki basis pengguna cukup kuat di pasar global.
Berdasarkan laporan media teknologi TechCrunch, keputusan itu diambil di tengah tekanan yang masih membayangi industri smartphone dunia. Meski demikian, Oppo disebut tetap mempertahankan eksistensi OnePlus di pasar domestik China.
Didirikan pada 2013 oleh Pete Lau dan Carl Pei, OnePlus dikenal sebagai produsen ponsel yang menawarkan performa tinggi dengan harga kompetitif. Seiring berkembangnya perusahaan, OnePlus memperluas lini produknya ke berbagai segmen, termasuk menghadirkan seri Nord yang menyasar pasar kelas menengah.
Namun, kondisi pasar global yang melemah menjadi tantangan tersendiri. Sejumlah lembaga riset industri sebelumnya memperkirakan pengiriman smartphone dunia akan mengalami penurunan akibat keterbatasan pasokan komponen, khususnya chip memori, yang berdampak pada kenaikan biaya produksi dan melemahnya permintaan konsumen.















