Sementara itu, Staf Ahli Bidang Komunikasi dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital, Molly Prabawati, menyebutkan manfaat program MBG lebih terasa di wilayah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T). Di daerah tersebut, program ini menjadi tumpuan bagi anak-anak untuk mendapatkan asupan gizi yang layak.
“Bagi masyarakat di daerah pelosok dan 3T, MBG sangat dibutuhkan karena membantu anak-anak mendapatkan makanan bergizi saat bersekolah,” kata Molly.
Ia menambahkan bahwa untuk mewujudkan visi Generasi Emas 2045, pemenuhan gizi anak sejak dini menjadi kunci utama. Program MBG dinilai mampu meningkatkan fokus belajar sekaligus mendukung kesehatan anak-anak di sekolah.
Selain menyasar pelajar, program ini juga mencakup kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Pemerintah pun menerapkan pendekatan komunikasi yang berbeda untuk setiap segmen penerima manfaat, agar pesan dan tujuan program dapat dipahami secara luas oleh masyarakat.
Dengan berbagai perbaikan tata kelola dan strategi pelaksanaan, pemerintah optimistis Program MBG dapat memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan kualitas gizi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.*
Sumber: Antara
(Red)















