Sementara itu, situasi di Selat Hormuz masih memanas. Presiden Trump sebelumnya telah memerintahkan Angkatan Laut AS untuk meningkatkan operasi pembersihan ranjau hingga tiga kali lipat, serta mengambil tindakan tegas terhadap kapal yang dicurigai melakukan penanaman ranjau.
Kebijakan ini menandai meningkatnya tensi di kawasan strategis tersebut, yang merupakan salah satu jalur utama perdagangan energi dunia.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
(Red)









