Berbeda dengan jam tangan pintar, Galaxy Ring tidak memiliki layar sehingga sebagian besar fungsinya berfokus pada pemantauan kesehatan. Kondisi tersebut dinilai memudahkan Samsung untuk memperluas kompatibilitas perangkat tanpa harus mengintegrasikan fitur notifikasi yang kompleks.
Saat ini Galaxy Ring telah mampu memantau berbagai indikator kesehatan seperti detak jantung, kadar oksigen dalam darah, pola tidur, laju pernapasan, hingga aktivitas harian pengguna. Sistem tersebut juga dapat mempelajari kondisi tubuh selama beberapa hari untuk membentuk profil kesehatan dasar dan memberikan peringatan ketika ditemukan perubahan yang tidak normal.
Samsung juga mengungkapkan rencana jangka panjang dalam pengembangan ekosistem kesehatan digital. Mulai 2027, perusahaan menargetkan menghadirkan fitur AI Health Coaching, yakni pendamping berbasis kecerdasan buatan yang mampu menganalisis kebiasaan pengguna dan memberikan rekomendasi kesehatan secara lebih personal.
Tak hanya itu, Samsung ingin menghubungkan Galaxy Ring dengan berbagai perangkat rumah pintar melalui platform SmartThings. Dengan integrasi tersebut, perangkat dapat membantu pengguna menjalani gaya hidup sehat, misalnya dengan merekomendasikan menu makanan berdasarkan bahan yang tersedia di lemari es pintar atau menghubungkan data kesehatan dengan perangkat elektronik rumah tangga lainnya.
Meski belum mengumumkan spesifikasi maupun jadwal peluncuran resmi Galaxy Ring 2, sinyal yang diberikan Samsung menunjukkan bahwa perusahaan tengah mempersiapkan generasi baru perangkat wearable dengan kemampuan yang lebih luas serta ekosistem kesehatan yang semakin terintegrasi.
Sumber: Antara
(Red)















