Google juga menyebut Gemini menjadi model bahasa besar (LLM) dengan performa terbaik untuk bahasa-bahasa Asia Tenggara berdasarkan evaluasi Southeast Asia Holistic Evaluation of Language Models (SEA-HELM).
Dari sisi perangkat, sekitar 75 persen interaksi pengguna dilakukan melalui ponsel pintar. Selain itu, lebih dari 40 persen pengguna telah memanfaatkan fitur multimodal, seperti mengirimkan foto, suara, maupun video sebagai masukan kepada AI. Sekitar 10 persen lainnya menggunakan fitur percakapan suara melalui Gemini Live.
Tak hanya digunakan untuk mencari informasi, Gemini kini juga dimanfaatkan sebagai asisten produktivitas untuk merangkum dokumen, mengolah data, menyusun ide, hingga memberikan rekomendasi dan panduan penyelesaian berbagai persoalan secara bertahap.
Google menilai tren tersebut menunjukkan bahwa AI generatif semakin menjadi bagian dari kehidupan digital masyarakat Asia Tenggara, dengan penggunaan yang terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan akan teknologi yang mampu memahami konteks lokal dan mendukung berbagai aktivitas sehari-hari.*
Sumber: Antara
(Red)















