Generasi penerus Astra dijadwalkan meluncur sebelum akhir dekade ini dengan menggunakan platform STLA One milik Stellantis. Arsitektur terbaru tersebut dirancang untuk mendukung berbagai pilihan sistem penggerak, mulai dari mesin pembakaran internal, hybrid, hingga kendaraan listrik berbasis baterai.
Opel juga memastikan Astra generasi baru akan tersedia dalam versi Battery Electric Vehicle (BEV) sebagai bagian dari strategi elektrifikasi perusahaan. Selain itu, pabrikan masih mempelajari kemungkinan penggunaan teknologi range extender guna memberikan fleksibilitas lebih bagi konsumen selama masa transisi menuju kendaraan listrik.
Produksi Astra generasi terbaru tetap akan dilakukan di fasilitas Opel di Rüsselsheim, Jerman, yang akan memperoleh investasi baru untuk mendukung proses pengembangan dan manufaktur model tersebut.
Dengan tetap mempertahankan Astra Wagon di tengah dominasi SUV, Opel menunjukkan keyakinannya bahwa segmen station wagon masih memiliki prospek, terutama bagi konsumen yang mengutamakan kenyamanan, kapasitas bagasi, dan efisiensi untuk penggunaan sehari-hari.*
Sumber: Antara
(Red)















