Di sisi lain, laporan riset pasar juga menunjukkan pengiriman perangkat Oppo mengalami penurunan signifikan secara tahunan pada kuartal kedua 2026, dipengaruhi oleh lesunya permintaan di berbagai pasar utama.
Meski OnePlus dikabarkan mengurangi kehadirannya di sejumlah wilayah internasional, Oppo disebut masih akan memperkuat ekspansi merek Realme di beberapa pasar potensial, termasuk kawasan Nordik yang dinilai menunjukkan tren penjualan positif.
Apabila kabar tersebut terealisasi, langkah ini akan menjadi salah satu perubahan strategi terbesar dalam sejarah OnePlus sejak berdiri lebih dari satu dekade lalu, sekaligus mencerminkan semakin ketatnya persaingan di industri smartphone global.*
Sumber: Antara
(Red)















