Mayoritas Warga Singapura Gunakan Chatbot AI untuk Kebutuhan Praktis, Bukan Dukungan Emosional

Seorang anak perempuan bermain game yang dirancang di Singapura saat pameran Singapore Comic Con di Singapura, pada 6 Desember 2025./ANTARA

Survei juga mencatat sikap kehati-hatian yang tinggi dari masyarakat terhadap chatbot AI. Lebih dari 92 persen responden menilai pengguna perlu lebih waspada, sementara 87,3 persen sepakat bahwa chatbot berpotensi menyebarkan informasi yang menyesatkan. Selain itu, lebih dari 70 persen responden merasa keberadaan chatbot dapat menciptakan ekspektasi yang tidak realistis mengenai hubungan, sehingga berisiko menyulitkan terbentuknya koneksi nyata dan mengurangi kecenderungan mencari bantuan dari orang di sekitar.

Meski demikian, studi ini menegaskan bahwa hubungan pertemanan tatap muka masih tetap kuat. Mayoritas responden menyebutkan bahwa mereka pertama kali bertemu dengan teman-teman dekatnya secara langsung, menandakan bahwa interaksi manusia di dunia nyata belum tergantikan oleh teknologi AI.*

Sumber: Antara

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *