- Kategori Best Fiction (Live Action): Purusa. The Wedding Sacred, VIVID, Nadir, dan Writhing Maggots.’
- Kategori Best Documentary: Kujang Sasaka Bwaga Sunda dan Twilight Without Ghosts.
Sesi diskusi bersama kurator kembali hadir untuk membedah film-film yang ditayangkan. Menariknya, pada sesi diskusi kedua, perwakilan dari Tampomas Eco Park ikut bergabung. Mereka tidak hanya menjadi tuan rumah yang optimal, tetapi juga turut serta mengenalkan fasilitas dan wahana yang tersedia di sana, memperkuat konsep festival sebagai pendorong eco-tourism.
Salah satu Panitia, Hasrika, menyampaikan apresiasi mendalam terhadap lokasi penutup ini, “Luar biasa sekali Tampomas Eco Park begitu nyaman, fasilitas yang disediakan untuk screening pun sangat mendukung walaupun suhu di sana begitu dingin, yang mana kemudian membuat nonton film pun begitu nyaman. Film-film yang ditonton ketika screening berlangsung sangat bagus dan menarik.”
Kehangatan pelayanan dan suasana sejuk di Tampomas Eco Park menjadi penutup yang ideal, membuat pengalaman menonton film semakin berkesan.
Dengan tuntasnya seluruh rangkaian Screening dan Exhibition 5th Annual Sumedang Short Film Festival 2025, semua mata kini tertuju pada Malam Penganugerahan. Panitia berterima kasih kepada seluruh filmmaker, komunitas, pihak pendukung, dan audiens yang telah memeriahkan empat hari kegiatan screening dan exhibition. Nantikan pengumuman pemenang dari enam kategori utama dan saksikan selebrasi sinema “Southeast Solidarity” yang akan mengokohkan Sumedang di panggung film internasional!
(Red)















