Begitu juga dengan kasus kejang pada anak setelah vaksinasi yang kerap disalahartikan. Ismen menegaskan, kondisi tersebut bisa jadi disebabkan oleh infeksi virus yang sudah terjadi sebelumnya, mengingat adanya masa inkubasi penyakit.
Untuk itu, ia mendorong pemerintah dan berbagai pihak terkait agar memperkuat edukasi mengenai cara kerja dan manfaat vaksin secara luas dan mudah dipahami masyarakat.
“Penjelasan yang lugas sangat penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa vaksinasi berperan besar dalam membentuk Herd Immunity atau kekebalan kelompok. Konsep ini memungkinkan individu yang belum atau tidak bisa divaksin tetap terlindungi karena sebagian besar populasi sudah memiliki kekebalan terhadap penyakit menular.













