TOPIK MEDIA, WASHINGTON – Departemen Keuangan Amerika Serikat mengeluarkan peringatan kepada lembaga keuangan global terkait potensi sanksi sekunder bagi pihak yang dinilai mendukung aktivitas Iran.
Dalam pernyataan resminya, otoritas tersebut menegaskan akan “bergerak agresif dengan tekanan ekonomi maksimal” sebagai bagian dari kebijakan untuk mempertahankan tekanan terhadap Iran di tengah kebuntuan perundingan kedua negara.
“Lembaga keuangan harus menyadari bahwa kami siap menggunakan seluruh instrumen dan kewenangan yang tersedia, termasuk menjatuhkan sanksi sekunder terhadap lembaga asing yang terus mendukung aktivitas Iran,” demikian pernyataan yang disampaikan melalui platform X.
Selain itu, Departemen Keuangan AS memastikan izin sementara penjualan minyak Iran yang sebelumnya tertahan di laut tidak akan diperpanjang dan akan segera berakhir dalam beberapa hari ke depan.








