Kondisi ini menunjukkan ketahanan sektor eksternal Indonesia masih kuat, ditopang oleh prospek ekspor dan surplus neraca transaksi modal. Selain itu, persepsi investor asing terhadap perekonomian nasional juga turut menjaga aliran investasi.
Di sisi lain, tekanan global seperti kekhawatiran stagflasi di Amerika Serikat dan tren inflasi yang meningkat menahan ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga oleh The Fed. Hal ini memberi sentimen campuran bagi nilai tukar rupiah, meski untuk saat ini, pasar masih menunjukkan respons positif.
Bank Indonesia melalui kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) juga mencatat penguatan rupiah ke level Rp16.497 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.533.**
(Red)















