Terlebih lagi dalam program peningkatan kesejahteraan perempuan. Khususnya bagi perempuan yang single parent atau tidak punya suami, yang butuh mata pencaharian untuk menafkahi anak-anaknya.
“DP2KBP3A harus mengikuti program saya berpihak yang berpihak ke perempuan. Seperti penciptaan wirausaha bagi perempuan janda melalui program Make Up Artist (MUA) yang dtargetkan bisa menyarap 1.500 perempuan setiap tahunnya,” kata bupati saat ekspos OPD di Kantor DP2KBP3A Kabupaten Bandung, Soreang, Senin (17/2/2025).
Bahkan bupati yang akrab disapa Kang DS ini menilai, munculnya PSK karena terpaksa akibat kebutuhan ekonomi. Mereka pun butuh hidup tenang dan sejahtera, termasuk Kelompok Wanita Tani (KWT).
“Karena perempuan itu posisinya memang riskan. Kalau pemda tidak peduli dan tidak bisa memperbaiki terhadap permasalahan seperti ini, seolah-olah kita itu mengabaikan mereka, rakyat yang harus kita bina. Sementara kita punya kemampuan sebagai pejabat publik. Makanya kita sebagai pemerintah harus berperan melalui pemberdayaan perempuan, dan itu salah satu tugas DP2KBP3A,” ucapnya.















