Kegiatan yang digelar bersamaan dengan kampanye “Stop Bully Ayo Peduli” ini pun menjadi wadah sinergi antara pembelajaran, nilai spiritual, dan aksi nyata. Para siswa mengikuti kegiatan dengan gembira namun penuh tanggung jawab.
“Biasanya kita cuma buang sampah ke tempatnya, tapi sekarang kami tahu pentingnya memilah. Kalau dilakukan bareng-bareng, ternyata bisa berdampak besar,” ujar Daffa, siswa kelas XI yang menjadi salah satu koordinator lapangan.
Program pilah sampah ini diharapkan menjadi rutinitas berkelanjutan dan menjadi budaya sekolah. MAN Kota Cimahi ingin menjadi pelopor gerakan sekolah hijau di Jawa Barat, sekaligus menanamkan nilai bahwa mencintai lingkungan adalah bagian dari ibadah dan bentuk syukur atas ciptaan Tuhan.
Dengan langkah kecil dan kesadaran besar, siswa MAN Kota Cimahi membuktikan bahwa mereka siap menjadi agen perubahan untuk masa depan bumi yang lebih lestari.
(Red)















