Kopassus juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Masyarakat diminta untuk selalu melakukan pengecekan fakta melalui sumber resmi dan terpercaya sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi.
Sebelumnya, beredar unggahan di media sosial yang menyebutkan bahwa Pangkopassus menampar seseorang di Istana Negara karena tidak diberi kesempatan bertemu Presiden Prabowo Subianto.
Pihak Kopassus menegaskan bahwa informasi tersebut tidak berdasar dan mengingatkan pentingnya literasi digital dalam menghadapi maraknya penyebaran hoaks di ruang publik.
Sumber: Antara
(Red)















