Ragam  

Gaya Hidup Sehat Terbukti Kurangi Risiko Demensia, Ini Temuan Studi Finlandia

Ilustrasi - Demensia/Pixabay

TOPIK MEDIA – Penyakit Alzheimer dan demensia merupakan ancaman serius bagi lansia, tak hanya menimbulkan beban emosional dan sosial, tetapi juga dampak finansial yang besar bagi keluarga. Meski pengobatan Alzheimer kini mulai menunjukkan hasil positif, para ahli menekankan pentingnya pencegahan melalui perubahan gaya hidup.

Sebuah studi berskala besar yang dikenal sebagai Studi FINGER (Finnish Geriatric Intervention Study to Prevent Cognitive Impairment and Disability) di Finlandia membuktikan bahwa kombinasi gaya hidup sehat secara signifikan dapat meningkatkan fungsi kognitif lansia yang berisiko tinggi mengalami demensia.

Penelitian ini melibatkan lansia berusia 60–79 tahun yang belum mengalami gangguan memori, namun memiliki faktor risiko demensia. Para peserta dibagi ke dalam dua kelompok intervensi.

Intervensi Intensif Berbasis Tim

Kelompok pertama menerima dukungan intensif dari para profesional kesehatan serta mengikuti 38 sesi tim dalam dua tahun. Mereka menjalani:

  • Latihan fisik 30–35 menit sebanyak empat kali seminggu

  • Latihan kekuatan dan fleksibilitas dua kali seminggu

  • Latihan otak berbasis komputer

  • Kegiatan sosial rutin

  • Polap makan sehat berbasis sayuran hijau, beri, kacang-kacangan, ikan, dan minyak zaitun, sambil membatasi gula dan lemak jenuh

  • Pemantauan kesehatan secara berkala setiap enam bulan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *