“Anak-anak perlu kita beri ruang untuk mengekspresikan diri, mengenali jati diri bangsa, dan bangga terhadap keberagaman budaya. Expo P5 ini bukan sekadar ajang pertunjukan, tetapi sarana untuk menanamkan nilai gotong royong, kebhinekaan, dan kreativitas,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komite Sekolah, Dadan Sambas, menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung pengembangan karakter dan potensi anak. Ia juga menyambut hangat kepemimpinan kepala sekolah yang baru dan mengajak seluruh warga sekolah untuk terus bersinergi.
Selain pertunjukan budaya, acara ini juga dirangkai dengan kegiatan edukatif berupa kampanye “Stop Bully Ayo Peduli” yang disampaikan oleh Tim Yupi. Kampanye ini mengajak siswa untuk menumbuhkan empati dan menciptakan lingkungan sekolah yang ramah dan aman.
Expo P5 di SDN 214 Perumnas Cijerah membuktikan bahwa semangat belajar yang menyenangkan dan bermakna bisa tumbuh melalui pendekatan berbasis budaya dan kolaborasi. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka dan mewujudkan generasi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter.***
(Red)















