Dalam aksi tersebut, terjadi insiden pelemparan botol yang menyebabkan beberapa orang mengalami luka ringan, termasuk petugas keamanan kantor dan warga sipil. Namun tidak ada penangkapan dalam peristiwa ini. “Kami hanya melakukan pengamanan dan pendataan terhadap beberapa pihak yang diduga memicu insiden,” tambah Rezky.
Warga menyatakan bahwa aksi tersebut bukan yang terakhir, dan mereka akan terus mendesak penyelesaian tuntas terhadap konflik lahan di Sukahaji. Mereka meminta agar BPN bertindak adil dan transparan dalam mengklarifikasi status tanah yang mereka tempati secara turun-temurun.
Menjelang pukul 14.00 WIB, massa secara bertahap membubarkan diri dan meninggalkan kantor BPN dalam kondisi yang mulai kondusif. Aparat keamanan tetap bersiaga untuk mengantisipasi potensi aksi lanjutan.**
(Red)















