Selain itu, frekuensi penerbangan untuk periode tersebut juga ditambah menjadi 10.906 untuk kedua maskapai.
“Jadi, kalau kita lihat Garuda seat-nya itu sekitar 1.027.000. Kalau Citilink di 900 ribuan. Ini kesiapan kita untuk menampung trafik Lebaran dan ini tumbuh dari tahun sebelumnya,” ujar Ade dalam jumpa pers Kesiapan Infrastruktur Garuda Indonesia Group Periode Lebaran di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (6/3).
Ade menyebut Garuda Indonesia Group juga menyiapkan 95 pesawat untuk mendukung operasional libur Lebaran 2025. Armada tersebut terdiri atas 61 pesawat Garuda dan 34 unit untuk Citilink.
Pesawat yang disiapkan terdiri atas tiga ATR, 74 narrow body dan 18 wide body. Tahun ini, maskapai nasional tersebut juga didukung oleh 1.497 cockpit crew dan 2.443 cabin crew yang bertugas.
“Di luar itu kita bikin posko Lebaran di setiap airport, ada hotline-nya juga dan di sini semua dari pegawai Garuda ikutan, jadi kalau yang mau ketemu direksi selama Lebaran pasti ketemu di airport,” kata Ade.
Lebih lanjut, Ade memproyeksikan puncak arus Lebaran akan terjadi pada 24 Maret sampai 7 April 2025, yang mana arus mudik berlangsung pada 28 Maret 2025 dan 6 April 2025 untuk puncak arus baliknya. **
(Red/Antara)















