Idulfitri dalam Perspektif Syariat: Momentum Berbuka, Bukan Penghapus Dosa

Hadis tentang penghapusan dosa di Ramadan juga sering dikaitkan dengan Idulfitri, meskipun sebenarnya berbicara tentang pahala puasa. Bahwa, “Barang siapa yang berpuasa Ramadan dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Selain itu, simbolisme seperti baju baru di hari raya memperkuat anggapan bahwa Idulfitri adalah awal yang baru dalam keadaan suci. Padahal, secara makna, Idulfitri berarti hari raya berbuka atau makan kembali setelah puasa, bukan momen otomatis untuk kembali suci tanpa taubat dan perbaikan diri.*

(Red/Detik.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *