Seiring perkembangan, jalur dihias dengan ukiran berbentuk hewan mitologi seperti ular, harimau, dan buaya. Hiasan selendang dan tali membuat perahu semakin megah. Dari sekadar sarana transportasi, jalur kemudian menjadi ikon budaya yang diperlombakan sebagai hiburan sekaligus ajang kebanggaan daerah.
Awalnya Pacu Jalur diadakan dalam perayaan hari besar Islam di kampung-kampung sepanjang Sungai Kuantan. Namun sejak masa kemerdekaan, tradisi ini berkembang menjadi agenda utama setiap Agustus untuk memeriahkan HUT RI.
Popularitas Pacu Jalur kian meningkat setelah video viral pada Juni 2025 memperlihatkan seorang bocah yang dijuluki “Boat Kid Aura Farming” menari di haluan perahu untuk mengatur ritme pendayung. Aksi tersebut membuat masyarakat semakin mengenal kekhasan budaya Riau.
Dengan mengangkat Pacu Jalur sebagai tema Doodle, Google bukan hanya ikut merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia, tetapi juga membantu memperkenalkan salah satu tradisi nusantara ke panggung global.***
(Red/ANTARA)















