Euforia Pecah di Sidolig Bandung, Empat Tim Muda Raih Gelar Juara JJL 2025

“Ini tentu akan menjadi suatu tahapan pembinaan yang berjalan secara bertahap dan berkesinambungan. Saya berharap turnamen seperti ini tidak berhenti di tahun ini saja, tapi terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya,” ujar mantan kiper Timnas Indonesia itu.

Selain itu, Markus menyoroti pentingnya kejujuran dan sportivitas, terutama terkait praktik pencurian umur yang kerap terjadi di turnamen usia dini. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut dapat merusak proses pembinaan jangka panjang di sepak bola Indonesia.

Dengan berakhirnya kompetisi ini, Jabar Junior League Grassroots 2025 menutup perjalanannya dengan penuh optimisme, sekaligus membuka gerbang bagi generasi muda untuk terus berkembang menuju masa depan sepak bola yang lebih baik.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *