Mengungkap fakta secara realita
Beli Tema IniIndeks

BI Naikkan Suku Bunga, Rupiah Kembali Menguat di Bawah Rp18.000 per Dolar AS

Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (12/5/2026). ANTARA .

TOPIK MEDIA, JAKARTA – Nilai tukar rupiah menunjukkan tren penguatan terhadap dolar Amerika Serikat setelah Bank Indonesia (BI) mengambil langkah tegas dengan menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate menjadi 5,5 persen. Penguatan tersebut turut didorong meningkatnya minat investor asing terhadap instrumen keuangan domestik.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa respons positif investor terlihat dari meningkatnya aliran modal asing ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) maupun Surat Berharga Negara (SBN) pasca kebijakan kenaikan suku bunga yang diumumkan awal Juni 2026.

Menurutnya, arus masuk modal asing mulai kembali mengalir terutama pada instrumen SBN tenor pendek hingga menengah, seiring meningkatnya daya tarik investasi di pasar keuangan Indonesia.

Selain menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen, Bank Indonesia juga meningkatkan suku bunga deposit facility menjadi 4,50 persen dan lending facility menjadi 6,25 persen sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo sebelumnya menyampaikan bahwa langkah kenaikan suku bunga diambil setelah pelemahan rupiah melampaui proyeksi yang telah ditetapkan bank sentral. Kebijakan tersebut diharapkan mampu memperkuat stabilitas nilai tukar sekaligus menjaga kepercayaan investor terhadap pasar domestik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *