Pakar Peringatkan Bahaya Pengawet Makanan: Dari Gangguan Pencernaan hingga Risiko Kanker

Ilustrasi makanan yang diawetkan dalam kaleng dan kemasan/pexels

TOPIK MEDIA – Penggunaan bahan pengawet dalam makanan memang dapat memperpanjang umur simpan dan menjaga kualitas produk. Namun, konsumsi berlebihan atau jangka panjang terhadap makanan yang mengandung bahan pengawet sintetis dinilai dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Menurut sejumlah pakar kesehatan, beberapa jenis pengawet makanan yang umum digunakan di industri pangan, seperti natrium benzoat, asam sorbat, dan BHA (butylated hydroxyanisole), dapat menimbulkan efek samping jika dikonsumsi secara terus-menerus.

1. Risiko Gangguan Pencernaan
Pengawet sintetis tertentu diketahui dapat memicu iritasi pada saluran pencernaan. Gejala seperti mual, diare, dan nyeri perut dapat dialami oleh individu yang sensitif terhadap bahan kimia tertentu.

2. Alergi dan Reaksi Hipersensitivitas
Beberapa orang mengalami reaksi alergi setelah mengonsumsi makanan berpengawet. Gejala yang muncul bisa berupa gatal-gatal, ruam kulit, hingga sesak napas. Anak-anak juga lebih rentan terhadap efek samping ini.

3. Gangguan Hormon dan Potensi Karsinogenik
Beberapa penelitian mengindikasikan bahwa bahan pengawet seperti BHA dan BHT (butylated hydroxytoluene) berpotensi mengganggu keseimbangan hormon dan bahkan dikaitkan dengan risiko kanker, meskipun masih membutuhkan studi lebih lanjut untuk kepastian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *